Minggu, 31 Agustus 2014

Sebaik-baik keputusan sesuai syariat

Kita bisa "ngadalin" aturan/hukum manusia,tapi kita ga akan bisa nipu hukum Allah..

Telah jelas diberitakan didlm Quran dan As Sunnah tolak ukur panduan kehidupan..

Kacaunya yg buat keputusan atas setiap persengketaan bknlah seorg mujtahid yg bs berijtihad,shg mjd fasad/rusak

mjd mujtahid tdk mudah spt mnguasai bhs Arab mendlm bkn hny arti,mnguasai 30 juz,ushul fiqh,azbabun nuzul,dll > http://t.co/yw3n9AFJuy

inilah realita pngaruh sekuler-liberal spt skrg,mnyebabkan kerusakan dmn2,dlu saat era khilafah utk mjd seorg hakim hrslah seorg mujtahid

shg segala sengketa apapun tdk lagi dibagi2 ini hkm pidana,perdata,hakim agama,perniagaan,dsb yg mrpkan produk barat (belanda)

Namun ckup dgn seorg hakim (mujtahid) yg dpt berijtihad,shg setiap kputusan benar2 sesuai Quran dan Sunnah yg dpt dptgjwbkan di akhirat

Lalu bgmn dgn kondisi hidup skrg kita hrs bgmn? kembali dgn mngikuti kebenaran dri para ulama yg memiliki level mujtahid & ini tdk banyak

Kebenaran hny milikNya dan segala perilaku diri kan dptgjwbkan dihadapanNya,ikuti kebenaran bkn pembenaran yg sarat kepentingan..

Seadil2 dan Secanggih2 sistem aturan kehidupan adalah syariat (peraturan) Islam,selama dijalankan scr kaffah (mnyeluruh) & bnr2 murni..

Murni bebas dr kepentingan,kekuasaan,campuran aturan/sistem barat,& yg berasal dr penafsiran ulama2 hanif dgn kmampuan ijtihad yg mumpuni..

Bnyk intelektual profesor/doktor yg mendalami Quran & Hadits begitu terkesima dgn kehebatan,kecanggihan dan kebenaran akan perihal kehidupan

Yg jg tdk sdikit akhirnya dilembutkan hatinya shg dgn jujur menerima kebenaran tsb lalu memeluk Islam,subhanallah..

Namun sungguh lucu kita yg sejak dilahirkan beragama Islam malah kok bangga dgn meniru sistem/aturan/pemikiran/gaya hidup barat..

Ini akibat kehidupan dlm sgala bidang sdh disusupi pemikiran2 rusak tsb,shg org yg beragama Islam sendiri malah risih dgn ajaran agamanya

 suka/tdk suka, sadar/tdk sadar kita dicekoki baik scr halus/terang2an menggunakan logika2 sesatnya,spt "hijab-in hati dulu baru hijab tubuh"

Ayo mari generasi pejuang calon penghuni surga insyaAllah,mari kita kembali kejalan kebenaran,yaitu dgn mulai mengaji ilmu2 agama dgn yg tpt


Selasa, 26 Agustus 2014

Wanita suci

Hakikat wanita suci itu bukanlah hny soal keperawanan saja (jk blm menikah),tp suci adlah terkait adab dan sikap

 walau masih perawan wanita tdk lah suci jk adab dan sikapnya kpd lelaki yg tdk halal baginya sdh mendekati zina (digerayangi,cumbu,dsb.)

bisa tjd sdh tdk perawan (janda) namun dia ttp mnjaga kesuciannya dgn sikapnya ssuai Quran,spt khadijah dsbut wanita suci

wanita suci adlah yg dpt menjaga diri sesuai syariat (peraturan) Islam..

wanita suci tak kan rela lekuk tubuhnya "ditelanjangi" mata liar lelaki..

wanita suci kan sll menjaga diri dgn perilaku Islami,tdk mau berjalan berduaan dgn yg bukan mahramnya..

wanita suci tak mau memamerkan keindahan (tubuh,suara mendayu,kata2/sms rayu) hny utk mndpt perhatian para lelaki..

 wanita suci hny perlihatkan kecantikannya teruntuk suami seorang diri,bukan "diobral" kesejuta lelaki..

wanita suci sll menjaga hati,mata,lisan dan pendengaran,membuat bersinar layaknya berlian..

wanita suci adlh sebaik2 perhiasan duniawi,calon bidadari surgawi..

 Teruntuk wanita suci yg tetap teguh dlm taat kpd Ilahi,smoga dianugerahi kehidupan berkah nan abadi dikehidupan ini & nanti



Senin, 25 Agustus 2014

Bahaya menunda taubat

Jika engkau bermaksiat maka jangan pernah menunda taubat kepada Allah, karena :

 1) menunda taubat adalah dosa tersendiri. Allah telah memerintahkan untuk segera bertaubat 
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَبِّكُمْ

2) dikawatirkan maut menjemputmu sebelum engkau sempat bertaubat.Krn kematian dtg tnp pemberitahuan dan tanpa ada tanda2 sebelumnya

3) jika menunda taubat mk titik hitam semakin mengotori hatimu,shg semakin sulit kembali kpdNya,&semakin sulit utk khusyuk dlm beribadah

 4) jika engkau menunda taubat mk jk Allah berkehendak akan membongkar aibmu...

5) jika menunda taubat maka kemaksiatan yg kau lakukan dpt menjerumuskan engkau kepada maksiat2 yang lainnya

6) Imam Ghazali smpaikan Taubat itu diwajibkan krn:Supaya mudah mendapat taufiq dari Allah dan Supaya ibadah2 sunat bisa diterima oleh Allah

Agar taubat diterima,mk harus memenuhi tiga hal yaitu:
(1) Menyesal, (2) Berhenti dari dosa tsb dan (3) Sungguh2 tidak mengulanginya.

Bukti taubat adlah dgn ketaatan thdp setiap perintah Allah,walaupaun berat/sulit penyerahan scr total dlm menggapai ridhoNya

Yg tak jua bertaubat hati kan smakin mengeras membatu,makin sulit mnerima kebenaran,hingga mati dlm kesesatan.naudzubillah

An-Nur (24): 40 -....(dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

Selasa, 05 Agustus 2014

ukhti aku cemburu padamu


UKHTI AKU CEMBURU PADAMU

Ukhti aku cemburu padamu..
Saat kau marah kau mampu memadamkan amarahmu..
Dan kau memilih menyimpannya daripada meluapkannya..
Padahal ku tahu saat itu hatimu sedang terluka..

Ukhti aku cemburu padamu..
Saat mereka jalan-jalan, kau habiskan waktumu untuk hal yang berguna..
Kau tak hiraukan ajakan mereka dan kau sibukkan dirimu dengan cinta ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan cinta Rasulullah SAW.

Ukhti aku cemburu padamu..
Ketika mereka berkata dengan emosi yang meledak-meledak dengan nada ancaman dan kasar..
Tapi kau balas dengan penuh kasih sayang..
Kau tetap jalin persahabatan dan pertemanan..

Ukhti aku cemburu padamu..
Setiap hari kau panjangkan jilbabmu..
Kau tebarkan senyum semangatmu..
Padahal kau tahu saat itu mereka berbisik-bisik tentang perubahanmu itu..

Ukhti aku cemburu padamu..
Aku cemburu dengan diammu..
Dengan tunduknya pandanganmu saat kau berhadapan dengan yang bukan muhrimmu..
Kau hanya bicara seperlunya saja..
Karena kau takut pada fitnah dunia..

Ukhti aku cemburu padamu..
Disaat mereka semua sibuk ber-sms ria dengan canda dan perhatian..
Tapi kau dengan tegas tidak memperdulikannya..
Karena kau percaya jodoh itu ada pada_Nya..
Tanpa sms riapun jodoh pasti akan datang..
Kerana kau tahu cinta seharusnya datang karena ALLAH..
Bukan karena bersms ria..

Ukhti aku cemburu padamu..
Aku cemburu dengan keta’atanmu pada Rabb kita..

Aku cemburu saat kau bisa melakukan hal yang DIA senangi dan meninggalkan segala hal yang DIA benci..

Ukhti sungguh aku cemburu padamu..
Rabbi pasti sangat menyayangimu ukhtii..
IA pasti sangat mencintaimu..
Karena keta’atanmu pada_Nya..

Ukhti..
Darimu aku banyak belajar arti hidup..
Iyaa tentang hidup..

Karena kepuasan hidup bukan didapat saat segala hal yang kita ingin bisa terpenuhi, tapi tentang kepuasan saat kita bisa melawan bisikan-bisikan setan..

♥ Muhammad Arbi Al-Zulkifli ♥


Kamis, 31 Juli 2014

Persatuan umat dengan Khilafah

Boleh semarakkan hari kemenangan krn mmg ini salah satu dari 2 hari yg patut dirayakan (Idul Fitri dan Idul Adha)

Meskipun gembira dan sukacita, namun kegembiraan kita tidaklah sempurna krn berbagai peristiwa menyedihkan menimpa umat Islam di dunia

Bagaimana kita bisa bergembira sementara saudara2 kita di Gaza-Palestina dibombardir dgn aneka senjata pemusnah oleh tentara2 zionis

Palestina bukanlah satu-satunya. Di Suriah, hingga kini umat Islam harus menghadapi keganasan penguasanya sendiri, Basyar Asad.

Sementara Irak dan Afghanistan masih berada di bawah penjajahan negara imperialis, Amerika Serikat.

Kondisi menyedihkan jg dialami saudara2 kita di Pattani Thailand,Moro Philipina Selatan,Kashmir,Rohingya di Miyanmar,Afrika Tengah,China,dll

Semua realitas itu mengukuhkan kesimpulan bahwa umat ini memerlukan persatuan.supaya umat islam tdk lg di lecehkan,dihina,disakiti!

Dgn Khilafah,persatuan umat bnar2 dpt diwujudkan dlm kehidupan.Selain ikatan aqidah,persatuan semakin kokoh tatkala berada dlm ikatan daulah

Eropa "menyatu" dgn uni Eropanya,China bersatu dlm RRC,negara2 bagian amerika dlm USA,lalu kenapa tdk umat Islam bersatu dlm Khilafah

yg tjd krn takut Islam kembali jaya dlm ikatan yg sangat kuat,skrg bangsa Islam dipecah2 dlm negara2 kecil dan ditanamkan ikatan nasionalis

saat Khilafah waktu lalu mulai melemah krn pemikiran2 asing,ditambah pengkhianat antek2 asing akhrnya barat mulai menjajah negeri muslim

 lalu akhirny dgn iming2 diberi kemerdekaan,dipecah belahlah dlm ikatan2 nasionalis yg lemah,shg mjd tersekat2 spt skrg

kemerdekaan semu sbnrny penjajahan itu msih ada sampai kini,umat dibodohi berganti dgn boneka2 yg ditanamkan,penjajahan gaya baru yg "halus"

sudah mjd tugas kita menyatukan kembali bangsa2 dalam satu kesatuan daulah,spt dijalankan Rasulullah hingga berjalan slama 1400 tahun

Ini adalah janji Rasulullah,sdh mjd kwjiban umat utk mempercayai dan memperjuangkannya.btuh pemahaman krn sejarah tlah diputarbalikkan mreka

 Dengan Khilafah, negeri-negeri Islam yang kini membentang dari Maroko hingga Merauke dapat dipersatukan.

Tatkala dihimpun dlm satu daulah,maka Khilafah akan menjadi negara raksasa yang disegani dunia.Tidak ada yang berani melawan dan melecehkan

Dengan Khilafah pula, umat Islam beserta agamanya terjaga. Darah, kekayaan, dan kehormatan akan terpelihara.

Beliau bersabda:
Sesungguhnya imam itu adalah perisai, tempat berperang di belakangnya dan berlindung dengannya (HR al-Bukhari).

Rezim tlah beberapa kali berganti. Pemilu legislatif,presiden,kepala daerah sdh diadakan berkali2 Namun perubahan lebih baik tak kunjung tjd

 Janji manis para politisi tinggal janji. Keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan hanya mimpi.

Bagaimana bisa keadilan,kemakmuran, &kesejahteraan bs diwujudkan, sementara sistem justru menciptakan ketimpangan, kemiskinan,&kesengsaraan

 Bagaimana bisa negeri ini terbebas dari penjajahan, sedangkan sistem yang diterapkan justru melempengkan penjajahan

Maka, siapa pun pemimpinnya, jika sistemnya tidak diubah, tetap saja tidak akan membawa perubahan.

Inilah yang terjadi di negeri ini. Pangkal penyebab aneka problema di negeri ini adalah sistem batil dan rusak

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (QS Thaha [20]: 124).

Menurut Imam Ibnu Katsir rahimahul-Lâh dalam tafsirnya, pengertian berpaling dari peringatan-Ku adalah

 menyelisihi perintah-Ku &apa yg Aku turunkan kpd para rasul-Ku,berpaling darinya,melupakannya,&mengambil selainnya sebagai petunjuk baginya,

Penolakan terhadap syariah, tidak hanya menyebabkan derita di dunia, namun juga akan menjerumuskan manusia ke dalam neraka.

 Inilah yang ditegaskan dalam ayat ini selanjutnya:

وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى﴾
Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta (QS Thaha [20]: 124).

 Dgn Khilafah,syariah dgn seluruh bagiannya dpt diterapkan.Sbg hukum yg berasal dr Dzat Maha Benar&Maha Adil,syariah adlh hukum
yg benar&adil

Jika sekiranya penduduk negeri2 beriman &bertakwa,pastilah Kami akan melimpahkan kpd mereka berkah dari langit &bumi (QS al-A’raf [7]: 96)

Smoga Allah Swt menyegerakan pertolonganNya dgn kembalinya Khilafah ‘alâ minhâj al-nubuwwah;&kita tmsuk diantara org2 yg ikut andil di dlmny

Pria sejati

Pria terindah di mata wanita bukanlah yg paling tampan raut wajahnya, melainkan yg paling menawan keimanan dan budi pekertinya..

Pria terjantan dihadapan wanita bknlah yg paling berani mengungkap cinta, melainkan yg paling berani menemui wali sang hawa utk meminangnya

Pria teromantis di hati wanita bknlah yg paling mesra,melainkan yg berani mempertgjwbkan kata cinta di hadapan ALLAH dgn membawa ke surgaNya

Pria tergagah di hadapan wanita bukanlah yang paling kekar tubuhnya, melainkan yang mampu bertanggungjawab thdp keluarga..

Pria terkaya di angan wanita bukan hanya terbanyak hartanya, melainkan yg kaya hatinya sehingga pandai bersyukur atas segala karunia-Nya..

Pria terpandai di benak wanita bukanlah yg paling banyak ilmu dunia,melainkan yg paling peduli utk membimbing kpd jalan yang diridhai-Nya..

Selasa, 29 Juli 2014

Dosa Kolektif

Dalam sebuah sidang pengadilan umum, segerombolan pemabuk yang menjadi terdakwa dihadapkan ke meja hijau. Mereka ditanya oleh Pak Hakim, “Mengapa kalian mabuk-mabukan? Apa kalian tak tahu itu melanggar hukum?”

“Kami biasa mabuk-mabukan karena begitu mudahnya kami mendapatkan miras yang dijual bebas. Kami tak akan mabuk kalau tak ada yang diminum. Kalau mau disalahkan, ya salahkan saja para penjual mirasnya, Pak Hakim,” jawab mereka enteng.

Di samping para pemabuk duduk berjajar para pedagang miras. Hakim bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian menjual miras? Kalian tahukan, miras itu merusak generasi kita!”

“Betul Pak Hakim,” jawab para pedagang miras. “Tapi, kami tentu tak akan menjual miras jika tak ada pabrik yang memproduksi dan menawari kami minuman memabukkan itu. Kami hanya penjual. Jika ada barang yang bisa dijual dan ada pembelinya, ya kami sediakan. Yang penting kami untung. Kalau kami salah, harusnya Pak Hakim juga menyalahkan para pemilik pabrik miras itu.” Kata mereka sambil menunjuk kepada para pengusaha pabrik miras di sebelah mereka.

“Sebentar Pak Hakim,” kata para pengusaha pabrik miras itu. “Kami hanyalah para pengusaha. Selama ini usaha kami tak melanggar hukum. Toh, miras sudah dilegalisasi. Ada UU-nya. Jadi, jangan kami disalahkan, dong. Kalau mau disalahkan, ya Pemerintah dan para wakil rakyat. Mengapa mereka melegalisasi miras?!” Sergah mereka sebelum ditanya dan disalahkan Pak Hakim.

Pak Hakim kemudian berpaling kepada wakil dari Pemerintah dan para anggota DPR yang terhormat. “Mengapa Bapak-bapak kok bisa-bisanya mengeluarkan peraturan yang melegalisasi miras? Bukankah Bapak-bapak lebih tahu dampak buruk miras bagi generasi kita?”

“Betul, Pak Hakim. Tapi, kalau tidak dilegalkan, akan banyak aneka jenis miras yang ilegal beredar di tengah-tengah masyarakat tanpa kontrol negara. Ini lebih berbahaya. Jadi, legalisasi miras juga demi mengontrol peredaran miras ilegal. Selain itu, miras legal kan tetap bisa mendatangkan keuntungan bagi negara dalam bentuk pajak miras. Lagi pula kami ini wakil rakyat. Kami punya kuasa penuh. Kami berhak membuat aturan apapun karena kami telah diberi mandat oleh rakyat. Salahnya rakyat, mengapa mau memilih kami dan menyerahkan mandat mereka kepada kami,” tegas para wakil rakyat yang diamini oleh wakil dari pihak Pemerintah.

Rakyat, yang juga bersaksi di pengadilan umum itu, tentu tak mau disalahkan. Buru-buru mereka membela diri, “Pak Hakim, kami sadar, ini negara demokrasi yang memberikan kewenangan kepada penguasa dan wakil rakyat untuk membuat aturan apapun. Kami pun tahu, jauh sebelum Pileg dan Pilpres, tak ada satu pun di antara para caleg serta capres-cawapres yang berkomitmen untuk menerapkan syariah Allah SWT. Namun, kami toh harus tetap memilih mereka. Pasalnya, menurut MUI golput itu haram, sementara MUI tak mengharamkan kami memilih penguasa dan wakil rakyat yang tak mau menerapkan syariah Islam. Jadi, maaf, para ulama itu juga..apa tidak salah, Pa Hakim?” Tanya rakyat setengah menggugat sambil melirik ke arah wakil ulama yang duduk di depan mereka…

*****

Demikian sebuah postingan bagus pada laman facebook di wall saya; sebuah dialog imajiner, yang sedikit saya modifikasi.

Selain para pemabuk yang enggan disalahkan secara sepihak sebagaimana dalam dialog imajiner di atas, para pelacur/para pezina dan para penikmatnya juga pasti berpendirian serupa. Para pelacur/pezina akan berdalih bahwa mereka adalah para pekerja legal.Toh sebutan resmi “pekerja seks komersial” sudah lebih dulu mereka dapatkan dari Pemerintah. Apalagi mereka ‘bekerja’ di tempat lokalisasi yang telah dilegalkan oleh para wakil rakyat dan dipungut pajaknya oleh Pemerintah. Alasan yang sama pasti juga dikemukakan oleh para penikmat seks komersial alias para lelaki hidung belang.

Demikian pula para pelaku riba, para penegak hukum yang memutuskan perkara bukan dengan hukum-hukum Allah SWT dan tentu para pejabat yang menjalankan sistem sekular. Ujung-ujungnya, lagi-lagi kesalahan berpulang kepada rakyat yang telah memilih penguasa dan para wakil mereka.

Tentu tak ada yang salah dengan memilih penguasa dan wakil rakyat. Dalam Islam pun, penguasa dan wakil rakyat dipilih oleh rakyat. Yang salah adalah saat penguasa maupun para wakil rakyat diberi mandat penuh untuk membuat UU dan peraturan sesuai dengan kehendak dan hawa nafsu mereka. Padahal dalam Islam, penguasa diangkat hanya untuk menerapkan syariah Allah SWT. Wakil rakyat juga dipilih dalam rangka mengawasi penguasa agar sungguh-sungguh menerapkan syariah-Nya, bukan malah membuat hukum yang lain.

Namun, ya itulah sistem demokrasi. Sistem ini sejak awal memberi penguasa dan wakil rakyat—sebagai pemilik kedaulatan—kewenangan mutlak untuk membuat ragam UU dan peraturan sesuai dengan kehendak dan hawa nafsu mereka; terlepas dari sesuai atau bertentangan dengan syariah Allah SWT.

Jika demikian, demokrasi sebetulnya melahirkan ‘dosa kolektif’. Bukan hanya para pemabuk, para pedagang miras dan para pemilik pabrik miras yang salah. Bukan hanya para pelacur, para germo, lelaki hidung belang dan para pemilik tempat pelacuran legal yang bermaksiat. Bukan hanya para penguasa, wakil rakyat dan rakyat itu sendiri yang keliru. Ulama juga berdosa. Dosa yang sama juga menimpa para da’i dan para mubalig, termasuk partai dan ormas Islam yang mendiamkan semua ini terus terjadi.

Dosa mereka tentu lebih besar lagi karena bukan hanya miras dan pelacuran yang dilegalkan. Banyak UU dan peraturan yang dibuat oleh Pemerintah dan wakil rakyat yang melegalkan banyak perkara yang justru berten-tangan dengan syariah Islam seperti: utang luar negeri berbasis riba; perbankan ribawi; penguasaan kekayaan milik umum oleh pihak asing; pajak yang memberatkan rakyat; dll.

Semua itu tentu berpangkal pada sistem sekular yang terus dibiarkan bercokol di negeri ini, bahkan terus dipelihara dan dirawat oleh bangsa ini. Tak ada upaya dari berbagai komponen bangsa ini—kecuali segelintir orang—yang sungguh-sungguh berupaya memperjuangkan tegaknya syariah Allah SWT secara kaffah di semua lini kehidupan, tentu dalam sistem Khilafah.

Alhasil, ‘dosa kolektif’ ini harus dipertanggungjawabkan oleh semuanya di Akhirat nanti, tentu di hadapan Allah SWT, Hakim Yang Mahaadil. Siapkah kita?!

Wa ma tawfiqi illa bilLah.[Arief B. Iskandar]